Wednesday, April 5, 2023

Pra Operasi ACL 1: Kronologis

Hukum riba jalan raya, ditabrak, atau menabrak.

12 Agustus 2022, 20.00 WIB
Kondisi malam itu hujan deras baru saja reda, sehingga jalanan menjadi cukup licin. Aku perlu ke suatu tempat dengan cepat sehingga aku mengebut dengan kecepatan tinggi untuk mengejar waktu. Suatu kebodohan yang sangat ku sesali sampai sekarang. Hal terakhir yang ku ingat, adalah menekan tuas rem sekuat tenaga guna menghindari tabrakan dengan pengendara di depan, kemudian terpelanting ke jalan raya dengan kondisi kaki kiri dan tangan kanan yang terlalu sakit untuk dapat digerakkan. Kondisi motor? Tidak tahu, atau lebih tepatnya tidak peduli. Namun, info dari warga sekitar yang menolongku, motorku terlempar jauh dan kondisi helm sudah rusak.

Tidak lama, beberapa teman kantor mendatangi lokasi kecelakaan, dan membawaku ke IGD RSUD Pasar Minggu. Di hari yang sama sekitar pukul 22.00, pergelangan tangan kanan dan lutut kiri ku di rontgen. Dokter jaga menyatakan semuanya normal, tidak ada yang patah, sehingga pada 01.00 tengah malam aku dapat pulang, dengan merepotkan separuh teman kantor, tentunya.

Dokter IGD sebelumnya hanya berpesan kalau aku cukup bed rest dan akan pulih dengan sendirinya dalam 1 bulan. Atas dasar tersebut, aku diperbolehkan bertugas-yang memang tidak dapat ditunda-selama sekitar 4 bulan, dan baru dapat kembali ke Jakarta pada akhir Januari 2023.

24 Januari 2023
Berselang 5 bulan pasca kecelakaan dan memaksakan beraktivitas, aku merasa kondisi tangan kanan ku masih sedikit nyeri, dan lutut kiri ku sama sekali tidak membaik.


Mencuri-curi waktu, aku menuju RS Muhammadiyah Taman Puring dan bertemu dr. Briliantono, Sp.OT, yang juga merupakan Direktur di Rumah Sakit Khusus Bedah Halimun, sembari membawa hasil rontgen pada Agustus 2022 lalu.

Hasilnya? Beliau mempertanyakan bagaimana bisa hasil rontgen ku di RSUD Pasar Minggu sebelumnya dikatakan normal, sementara terdapat retakkan di tangan kanan, dan gompal di lutut kiri. Dengan kata lain, selama ini aku salah diagnosa. Untungnya untuk tangan kanan ku, retakan dapat sembuh dengan sendirinya. Tetapi untuk lutut, diperlukan MRI untuk diagnosa lebih lanjut. Aku kemudian dirujuk untuk MRI, karena fasilitas MRI tidak ada di RS pada saat itu.

26 Januari 2023
RS Siaga Raya menawarkan harga yang lebih murah untuk MRI setelah aku survei ke beberapa tempat. Aku hanya mengeluarkan sekitar 3 jutaan nett jika dibandingkan di tempat lain yang mencapai kepala 5 (RSPP). Meskipun, aku secara pribadi tidak menyarankan MRI di RS Siaga Raya ini karena masih menggunakan open MRI dengan 1,3 Tesla dibandingkan di RS lain yang umumnya telah closed MRI dengan 1,5 atau 3 Tesla, sehingga hasil scan MRI yang kudapatkan tidak terlalu kontras dan jelas.

Oh iya, RS Siaga Raya ini merupakan RS Khusus Orthopaedi, dan untuk MRI di sini, memerlukan surat pengantar MRI yang ditulis oleh dokter Ortopedi. Di RS Siaga ini, aku hanya melakukan MRI Scan, tidak pindah dokter ataupun rumah sakit dikarenakan jarak tempuh yang cukup jauh dari rumah. Aku melakukan MRI pada 26 Januari 2023 dan hasil MRI Scan keluar pada 30 Januari 2023 karena terpotong weekend.

17 Februari 2023
Aku kembali lagi ke dr. Briliantono di RS Muhammadiyah Taman Puring sembari membawa hasil MRI Scan. Beliau mendiagnosa aku mengalami ACL. ACL adalah ligamen yang menghubungkan tulang femur (paha) dan tulang tibia (tulang kering). Biasanya cedera ini umum terjadi pada atlet seperti bola, tenis, maupun basket, yang seringkali melakukan gerakan memutar/twist kaki. Untuk memperbaiki ACL ku yang ruptur, diperlukan prosedur artroskopi, yaitu pembedahan dengan menggunakan teropong kamera sehingga minim invasi/sayatan. Beliau bahkan mengatakan aku bisa pulang di hari yang sama setelah operasi, atau bila diperlukan opname, mungkin hanya sekitar satu malam.

Di sini, fase denial dimulai. Aku tidak langsung mengiyakan tindakan operasi dari dr. Briliantono pada saat itu juga. Aku membutuhkan second opinion dari dokter lain untuk meyakinkan aku memerlukan tindakan operasi, serta berinisiatif membandingkan biaya operasi rekonstruksi ACL di beberapa rumah sakit lain.

27 Maret 2023
Bertemu dengan dr. Hendy, Sp.OT., dokter spesialis orthopedi kedua yang aku temui, kali ini di RS Bhayangkara. Beliau mengenal dr. Briliantono dan menyarankan tindakan artroskopi serupa. Melihat hasil MRI ku, dr. Hendy mengatakan ACL ku tidak complete tear, tetapi partial tear (hanya putus sebagian). Namun, tindakan operasi complete maupun partial tear tetaplah sama di mana keduanya memerlukan rekonstruksi ACL.

Beliau mengatakan alat artroskopi untuk rekonstruksi ACL tidak dimiliki setiap rumah sakit, termasuk di RS Bhayangkara. Alat artroskopi hanya dimiliki oleh rumah sakit pemerintah tipe A yang mana hanya ada tiga di Jakarta. Aku kemudian diberi opsi untuk dirujuk ke tiga rumah sakit tipe A, di antaranya RSCM, RSPAD, dan RSUP Fatmawati. Mempertimbangkan domisili ku di Jakarta Selatan, aku memilih RS terdekat, RSUP Fatmawati.

Dikarenakan aku telah beberapa kali menjenguk kawan di RSUP Fatmawati dan hampir selalu mengalami masalah pelayanan administrasi dan miskomunikasi di sana, setelah keluar dari RS Bhayangkara, aku langsung menghubungi RSUP Fatmawati untuk menanyakan jadwal dokter. CS RSUP Fatmawati kemudian menjawab, dokter Sp.OT praktik setiap hari kerja.

28 Maret 2023
Keesokan harinya, tepatnya hari Selasa, aku langsung menuju RSUP Fatmawati. Sayangnya, miskom dengan RSUP Fatmawati terjadi lagi. Jadi, singkatnya, aku baru mengetahui spesialis ortopedi terbagi menjadi beberapa sub spesialis. Dan di RSUP Fatmawati, hari Selasa merupakan jadwal dokter sub spesialis ankle. Sub spesialis lutut, hanya berpraktik tiap Senin dan Kamis.

Kabar buruknya lagi, semua dokter sub spesialis lutut di RSUP Fatmawati yaitu dr. Anggaditya, dr. Luthfi, dan dr. Andre Pontoh, baru tersedia pada bulan Mei, sehingga aku membuat janji konsul untuk bertemu pada tanggal 11 Mei 2023. Aku pun pulang dengan tangan hampa.

30 Maret 2023
Beruntung sekali aku karena memiliki atasan yang sangat concern kepada anak buahnya. Melihat cara jalan ku yang tertatih dan pincang, atasan ku menanyakan yang ku jawab secara kronologis perjuangan ku dari jatuh hingga waiting list di RSUP Fatmawati. Atasanku menyarankan untuk ke RSPAD Gatot Soebroto dan menemui dokter Sp.OT yang telah beliau kenal dari lama.

3 April 2023
Hari Senin ini untuk pertama kalinya aku mendatangi RSPAD Gatot Soebroto dan disarankan untuk menemui dr. Yanuarso, Sp.OT. Sembari menunggu di RSPAD, aku berkenalan dan bertukar cerita dengan banyak kawan dengan masalah serupa, ada yang mengalami PCL, ACL, pelengketan pasca operasi, hingga meniscus.

Akan tetapi, sekitar pukul 11 pagi, dr. Yanuarso yang kami tunggu tiba-tiba keluar dari ruang konsul dan menyudahi sesi konsul hari itu, dikarenakan beliau mendapatkan panggilan dari VVIP. Setelah aku bertanya dengan beberapa pasien lama, ternyata hal ini umum terjadi karena dr. Yanu merupakan dokter presiden yang seringkali mendapat panggilan tugas mendadak. Aku pun disarankan untuk kembali pada hari Rabu.

5 April 2023
Aku kembali lagi ke RSPAD Gatot Soebroto dari pukul 6 pagi seperti biasa, dan berhasil menemui dr. Yanuarso sekitar pukul 2 siang. Seorang dokter yang hebat, komunikatif serta memberi penjelasan terperinci dan komprehensif jika dibandingkan dengan berbagai pengalaman konsultasi ku sebelumnya. Hasil konsultasi cukup panjang, akan aku tulis secara terpisah di Part 2.

No comments:

Post a Comment

Kabinet Merah Putih 2024-2029

Kabinet Merah Putih UU No. 61 Tahun 2024 tentang Perubahan Atas UU No. 39 Tahun 2008 tentang Kementerian Negara (merevisi pembatasan jumlah ...