Friday, November 11, 2022

Pukpuk untuk Ganjar Pranowo dalam Pilpres 2024

Langsung saja.

Dari berbagai survei, Ganjar adalah salah satu paling unggul yang dijagokan sebagai Calon Presiden di 2024 kelak, apalagi bila dibandingkan dengan Puan Maharani. Tapi, apalah arti elektabilitas tinggi kalau partainya sendiri memperlakukannya seperti anak tiri? Wowww that rhymes lol.

Tetapi serius, rasanya mau pukpuk Ganjar karena ia tidak didukung oleh infrastruktur politik yang seharusnya dimilikinya. PDIP, dilihat dari berbagai segi manapun, menaruh harapan kepada Puan untuk menjadi calon dari PDIP. Dalam kurun waktu beberapa bulan ini, Puan sangat aktif melakukan pergerakan dan sowan ke beberapa tokoh politik lainnya, seperti bertemu dengan Surya Paloh, juga menunggangi kuda bersama Prabowo Subianto di Hambalang lalu.

Dalam perhelatan acara persiapan pemenangan Pemilu 2024 di Semarang yang dihadiri oleh banyak kader PDIP se-Jawa Tengah, Puan juga memberikan pengarahan sementara Ganjar si Gubernur Jawa Tengah sendiri tidak hadir. Hal ini menguatkan indikasi bahwa PDIP tidak atau belum mau mengusung Ganjar menjadi Capres.

Hal ini tidak dapat dipungkiri melihat kiprah PDIP sebagai partai yang dikenal melanggengkan dinasti politik. Trah Soekarno dilanjutkan oleh Megawati dan dapat dipahami bila legitimasi dan kekuasan ingin diwariskan terhadap Puan. Ini mengingatkan ku saat masih aktif kuliah dulu yang sering sekali mendengar Megawati dengan sangat berat hati merelakan kursi Capres kepada Jokowi lalu, dan betapa seringnya Jokowi dituding sebagai presiden boneka dalam diskusi-diskusi mahasiswa masa lalu.

Yah, kembali lagi. Bila Ganjar ingin serius berkontestasi dalam Pilpres 2024, tidak ada cara lain selain mulai dari meningkatkan eksistensinnya di internal PDIP sendiri. Itu pun kalau ia tetap mau maju sebagai Capres usungan PDIP. Kemungkinan kedua, tetap maju sebagai Capres, tetapi diusung dari Partai lain. Banyak yang mengharapkan kemungkinan ini terjadi, tetapi mungkin akan sulit mengingat Ganjar adalah kader, bukan calon independen sehingga partai lain mungkin akan berpikir berkali-kali lipat mencalonkannya meskipun sebetulnya ngiler mantau elektabilitas Ganjar yang tiga. Kemungkinan ketiga, yaitu kemungkinan paling yeu nggak asyik menurut saya, adalah Ganjar tetap jadi kader PDIP yang baik dan mendukung Puan sebagai bakal Capres PDIP. Syukur kalau nantinya dapat kursi menteri. Hehe.

Tuesday, November 8, 2022

Seputar AUKUS

AUKUS (au-uk-us) adalah pakta pertahanan yang diratifikasi pada tanggal 15 September 2021 oleh tiga kepala negara besar yakni Presiden US Joe Biden, PM Inggris Boris Johnson, dan PM Australia Scott Morrison. Pakta pertahanan strategis trilateral ini ditujukan sebagai penguatan kerjasama militer dan keamanan dunia, untuk meningkatkan keamanan dan menjaga stabilitas di kawasan Indo-Pasifik.

Banyak yang berteori bahwa AUKUS dibentuk sebagai tandingan melawan pengaruh China di kawasan Indo-Pasifik dan AUKUS potensial dalam mengguncang tatanan geopolitik di wilayah tersebut. Banyak juga yang berharap AUKUS dapat menjadi kekuatan pertahanan yang dapat menyeimbangi dominasi China di wilayah Laut China Selatan, di mana wilayah tersebut kerap kali menjadi sengketa antara negara Asia Tenggara dengan China.

China sendiri mencaplok kawasan Laut China Selatan dengan alasan Nine Dash Line. Nine Dash Line sendiri adalah 9 garis putus-putus imajiner yang menjadi dasar historis bagi China untuk mengklaim wilayah Laut China Selatan. Akan tetapi, garis ini dibuat secara sepihak tanpa melalui konvensi hukum laut di bawah PBB atau United Nations Convention on the Law of the Sea (UNCLOS) sehingga tidak diakui secara internasional.

Karena China bandel mengklaim melulu, makanya dibuat manuver AUKUS sebagai tandingan dari US dan negara-negara blok Barat. Keikutsertaan Australia sebagai mitra kerjasama juga dipilih atas pertimbangan geografis Australia yang merupakan negara paling selatan di kawasan tersebut.

Terus hubungannya dengan Indo gimana? Indonesia jadi pusing bukan main. Bukan hanya Indonesia sebetulnya, tetapi negara-negara ASEAN pada umumnya yang berada di antara China dan Australia sebagai representasi geng Barat. Negara-negara ASEAN merasakan peningkatan intensitas potensi konflik dan ancaman bagi keamanan negaranya. 

Kabinet Merah Putih 2024-2029

Kabinet Merah Putih UU No. 61 Tahun 2024 tentang Perubahan Atas UU No. 39 Tahun 2008 tentang Kementerian Negara (merevisi pembatasan jumlah ...