Monday, April 27, 2015

Bertemu dengan Menpora

22 April ini aku dan beberapa temanku diundang dalam acara Kartini Next Generation Award yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika RI di Auditorium Lantai 3 Gedung Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). Sambil menyelam minum air, aku memanfaatkan acara ini untuk liputan FISIP NEWS dan membangun link dengan para pemenang KnG Award. Di acara ini kami bertemu dengan beberapa menteri, namun yang paling berkesan adalah bertemu dengan Imam Nahrawi.



Imam Nahrawi merupakan Menteri Pemuda dan Olahraga RI yang juga merupakan kader PMII, sehingga sah-sah saja kalau kami klaim sebagai senior, bukan? Oh tentu saja tidak lupa berfoto dengan “tangan terkepal dan maju ke muka” dan menyuarakan “Salam Pergerakan” khas PMII.
Kami pulang sebelum maghrib dan sampai di Ciputat Rabu malam. Aku panik, karena ada jadwal bertemu dengan salah satu senior untuk membicarakan acara launching FISIP NEWS yang masih kami upayakan bersama Liputan 6 nanti. Untunglah tidak terlambat terlalu lama, dan urusan launching FISIP NEWS kelar. Namun masalah terjadi kira-kira dua hari setelahnya.
Aku sedang berada di ASPI PMII untuk mengikuti Rapat Tahunan Komisariat (RTK), dan tiba-tiba Pemimpin Redaksi FISIP NEWS datang untuk mengabarkan acara di cancel sepihak, padahal semua telah kami persiapkan. Sangat kecewa sekali rasanya, aku benar-benar bekerja ekstra untuk acara ini, aku juga kasihan dengan FISIP NEWS yang telah mengupayakan acara launching ini. Tetapi sayang, not everything going to work well and we need to know that failure is a part of learning.

Wednesday, April 15, 2015

Preparing The Launching of FISIP NEWS

Menulis adalah salah satu kelemahanku dan aku tahu aku masih perlu waktu dan pengetahuan untuk menulis lebih baik lagi. Aku harus mengembangkannya, tidak apa perlahan asal konstan dan dilakukan secara rutin. Oleh karena itu aku menulis di platform ini sebagai media untuk berlatih, sampai beberapa waktu lalu seorang senior mengontakku dan menawari media baru untukku belajar menulis. It won't hurt to give it a try, I guess?



image

FISIP NEWS (http://www.fisipnews.org/), redaksi kampus yang sudah lama mati dan hendak dibangkitkan lagi. Open recruitment diselenggarakan pada minggu pertama April 2015 yang mana aku didaulat menjadi ketua pelaksananya. Saat itu aku kembali belajar bagaimana mengkoordinir anggota-anggota pioneer FISIP NEWS yang memiliki jadwal yang berbeda untuk melangsungkan roadshow ke setiap kelas.
Sebagai penulis pemula, juga sebagai orang yang tidak punya pengalaman dalam bidang jurnalisme, tentu saja tulisanku lebih banyak yang ditolak dibanding dinaikkan. Walaupun aku sudah menurunkan ekspektasiku mengingat kemampuanku yang tidak seberapa, tetap saja lumayan sakit rasanya saat tulisanku tidak dinaikkan oleh editor karena tidak layak terbit. Haha aku masih harus banyak belajar dalam hal ini.
Sudah lama aku tidak sesibuk ini, and honestly I got too much food on my plate so it's very exhausting but I managed to do the best as I could.

Sunday, April 12, 2015

Gathering Sahabat Jurnal Perempuan

Perkuliahan sudah mulai aktif semenjak tanggal 2 Maret dan aku harus benar-benar meluangkan waktu untuk terus menulis di blog ini. Sebenarnya akhir Maret lalu aku sedang sibuk mencari informasi komunitas studi gender manakah yang paling baik untuk aku ikuti, mengingat aku sedang tertarik untuk mempelajari hal ini. Melalui rekomendasi seorang teman, aku pun menemukan Jurnal Perempuan dan bergabung menjadi salah satu anggotanya yang disebut Sahabat Jurnal Perempuan.
Jurnal Perempuan mengadakan gathering setiap tiga bulan sekali, Gathering pertama tahun 2015 bertempatkan di rumah Prof. Mayling Oey pada tanggal 21 Maret. Kali ini aku mengajak Lisa karena ia juga punya ketertarikan untuk belajar. Kesan pertamaku ketika mengikuti gathering JP ini, hm, tidak ada bedanya dengan perkumpulan ibu-ibu sosialita. Ketika memasuki ruangan aku langsung disambut dengan perkumpulan ibu-ibu bersanggul yang sedang makan cantik, pesta teh, dan cipika cipiki. Selain ramah tamah, dalam rundown gathering ada juga diskusi dan sharing-sharing.
Aku terlalu sibuk melihat kondisi rumah Ibu Mayling. Buku-buku belabel DDC berhamburan di rak menjadi hiasan dinding, ada kolam ikan, dan semua tertara dengan apik. Sebuah rumah yang antik sekali, membuat semua yang berada di ruangan itu sangat nyaman walaupun cuaca agak panas. Di gathering aku foto bareng dengan Mbak Dewi Candraningrum (Pemimpin Redaksi JP), aku juga bertemu dan dibelikan t-shirt Jurnal Perempuan oleh Ibu Linda Gumelar (Menteri PP & PA Periode 2009-2014). Kemudian saat pulang, aku berada di gerbong kereta yang sama dengan Mbak Merry, salah satu dosen UNPAD, yang juga merupakan Sahabat Jurnal Perempuan. Aku menerima banyak saran darinya atas kebingunganku memulai belajar isu gender darimana, dan kami berbincang dengan serunya diselingi beberapa candaan. Aneh melihat bagaimana aku bisa memiliki obrolan santai dengan Mbak Merry sementara tidak dengan dosenku yang sebenarnya.

Saturday, April 4, 2015

Konsili FORMACI dan Filsafat Series Bersama Franz Magnis Suseno

Lagi-lagi satu kebiasaan burukku: hanya rajin di awal. Yah begitulah, sekeras apapun aku bertekad untuk terus menulis, there is always a moment when I feel lethargic, dan berakhir dengan aku yang membiarkan blogku sampai jamuran sebulan. Well, aku tidak kembali untuk mempublish tulisan, karena belakangan ini aku hanya menulis apa yang tidak layak tulis. I’m complete a perfectionist and my content have to consist of things that are quite good enough even if it's just for me. Sulit, leherku terjerat oleh tali yang aku buat sendiri. Namun tak apa, aku hanya perlu untuk lebih pintar memotivasi diri sendiri.
Aku hanya kembali untuk satu kegiatan terakhirku yaitu Konsili Forum Mahasiswa Ciputat. Konsili diadakan tanggal 14-15 Februari di Vila Alam Segar, Depok. Jangan tertipu dengan namanya, karena alamnya sama sekali tidak segar! Konsili ini adalah pergantian tiga presidium FORMACI. Konsili tahun kemarin diadakan di rumah Neng Dara Affiah (Komisioner Komnas Perempuan), dan aku menyesal sekali absen dalam konsili tahun lalu.
Aku sedikit curiga ketika dibilang acara ini hanya santai-santai saja, karena berdasarkan pengamatanku selama ini, anak FORMACI selalu berdebat dan tangannya menjadi satu dengan buku, sampai kamar mandi pun dibawa.
Tapi beneran santai. Yay!
Ketika sudah sampai di vila, senang sekali rasanya saat bertemu dengan perempuan lain, untunglah, aku mengira akan menjadi satu-satunya yang tak berbatang di konsili itu. Salah satu dari mereka bahkan Ketua KOHATI Cabang Ciputat. Memang ya dasar FORMACI ini elitis, tempat perkumpulan orang-orang terngeri se-Ciputat. Jangan heran kalau semua orang intelektual di Ciputat bisa kamu temukan di forum ini.

Satu bulan setelah konsili berlangsung, pada tanggal 24 Maret teman-teman FORMACI mengundang Franz Magnis Suseno sebagai pembicara dalam pembukaan serial diskusi filsafat yang memang rutin diadakan. Aku bahkan samapi melobby seluruh teman di kelas agar kelas pembangunan politik diliburkan dan akhirnya teralisasi. Lucu, tidak menyangka Romo Franz mau duduk di lantai bersama dengan mahasiswa-mahasiswa pengagum karyanya.
Romo benar-benar super, dia menjelaskan asal muasal filsafat dari para filosof alam seperti Thales, Herodotus, gitu-gitu sampai filsafat postmo dalam satu untaian rantai tanpa putus. Benar-benar di luar kepala dan mengalir begitu saja. Angkat topi untuk filosof Indonesia yang satu ini.

Kabinet Merah Putih 2024-2029

Kabinet Merah Putih UU No. 61 Tahun 2024 tentang Perubahan Atas UU No. 39 Tahun 2008 tentang Kementerian Negara (merevisi pembatasan jumlah ...