Perkuliahan sudah mulai aktif semenjak tanggal 2 Maret dan aku harus benar-benar meluangkan waktu untuk terus menulis di blog ini. Sebenarnya akhir Maret lalu aku sedang sibuk mencari informasi komunitas studi gender manakah yang paling baik untuk aku ikuti, mengingat aku sedang tertarik untuk mempelajari hal ini. Melalui rekomendasi seorang teman, aku pun menemukan Jurnal Perempuan dan bergabung menjadi salah satu anggotanya yang disebut Sahabat Jurnal Perempuan.
Jurnal Perempuan mengadakan gathering setiap tiga bulan sekali, Gathering pertama tahun 2015 bertempatkan di rumah Prof. Mayling Oey pada tanggal 21 Maret. Kali ini aku mengajak Lisa karena ia juga punya ketertarikan untuk belajar. Kesan pertamaku ketika mengikuti gathering JP ini, hm, tidak ada bedanya dengan perkumpulan ibu-ibu sosialita. Ketika memasuki ruangan aku langsung disambut dengan perkumpulan ibu-ibu bersanggul yang sedang makan cantik, pesta teh, dan cipika cipiki. Selain ramah tamah, dalam rundown gathering ada juga diskusi dan sharing-sharing.
Aku terlalu sibuk melihat kondisi rumah Ibu Mayling. Buku-buku belabel DDC berhamburan di rak menjadi hiasan dinding, ada kolam ikan, dan semua tertara dengan apik. Sebuah rumah yang antik sekali, membuat semua yang berada di ruangan itu sangat nyaman walaupun cuaca agak panas. Di gathering aku foto bareng dengan Mbak Dewi Candraningrum (Pemimpin Redaksi JP), aku juga bertemu dan dibelikan t-shirt Jurnal Perempuan oleh Ibu Linda Gumelar (Menteri PP & PA Periode 2009-2014). Kemudian saat pulang, aku berada di gerbong kereta yang sama dengan Mbak Merry, salah satu dosen UNPAD, yang juga merupakan Sahabat Jurnal Perempuan. Aku menerima banyak saran darinya atas kebingunganku memulai belajar isu gender darimana, dan kami berbincang dengan serunya diselingi beberapa candaan. Aneh melihat bagaimana aku bisa memiliki obrolan santai dengan Mbak Merry sementara tidak dengan dosenku yang sebenarnya.

No comments:
Post a Comment