Saturday, April 4, 2015

Konsili FORMACI dan Filsafat Series Bersama Franz Magnis Suseno

Lagi-lagi satu kebiasaan burukku: hanya rajin di awal. Yah begitulah, sekeras apapun aku bertekad untuk terus menulis, there is always a moment when I feel lethargic, dan berakhir dengan aku yang membiarkan blogku sampai jamuran sebulan. Well, aku tidak kembali untuk mempublish tulisan, karena belakangan ini aku hanya menulis apa yang tidak layak tulis. I’m complete a perfectionist and my content have to consist of things that are quite good enough even if it's just for me. Sulit, leherku terjerat oleh tali yang aku buat sendiri. Namun tak apa, aku hanya perlu untuk lebih pintar memotivasi diri sendiri.
Aku hanya kembali untuk satu kegiatan terakhirku yaitu Konsili Forum Mahasiswa Ciputat. Konsili diadakan tanggal 14-15 Februari di Vila Alam Segar, Depok. Jangan tertipu dengan namanya, karena alamnya sama sekali tidak segar! Konsili ini adalah pergantian tiga presidium FORMACI. Konsili tahun kemarin diadakan di rumah Neng Dara Affiah (Komisioner Komnas Perempuan), dan aku menyesal sekali absen dalam konsili tahun lalu.
Aku sedikit curiga ketika dibilang acara ini hanya santai-santai saja, karena berdasarkan pengamatanku selama ini, anak FORMACI selalu berdebat dan tangannya menjadi satu dengan buku, sampai kamar mandi pun dibawa.
Tapi beneran santai. Yay!
Ketika sudah sampai di vila, senang sekali rasanya saat bertemu dengan perempuan lain, untunglah, aku mengira akan menjadi satu-satunya yang tak berbatang di konsili itu. Salah satu dari mereka bahkan Ketua KOHATI Cabang Ciputat. Memang ya dasar FORMACI ini elitis, tempat perkumpulan orang-orang terngeri se-Ciputat. Jangan heran kalau semua orang intelektual di Ciputat bisa kamu temukan di forum ini.

Satu bulan setelah konsili berlangsung, pada tanggal 24 Maret teman-teman FORMACI mengundang Franz Magnis Suseno sebagai pembicara dalam pembukaan serial diskusi filsafat yang memang rutin diadakan. Aku bahkan samapi melobby seluruh teman di kelas agar kelas pembangunan politik diliburkan dan akhirnya teralisasi. Lucu, tidak menyangka Romo Franz mau duduk di lantai bersama dengan mahasiswa-mahasiswa pengagum karyanya.
Romo benar-benar super, dia menjelaskan asal muasal filsafat dari para filosof alam seperti Thales, Herodotus, gitu-gitu sampai filsafat postmo dalam satu untaian rantai tanpa putus. Benar-benar di luar kepala dan mengalir begitu saja. Angkat topi untuk filosof Indonesia yang satu ini.

No comments:

Post a Comment

Kabinet Merah Putih 2024-2029

Kabinet Merah Putih UU No. 61 Tahun 2024 tentang Perubahan Atas UU No. 39 Tahun 2008 tentang Kementerian Negara (merevisi pembatasan jumlah ...