Setelah mendapat asupan vitamin B-enedict di film The Imitation Game, di hari yang sama pada 13 Februari aku dan Fini menghadiri seminar yang diselenggarakan oleh Komunitas Sexual Research di UI, pembicaranya Rocky Gerung dan Zoya Amirin. Both of them are capable speakers! Tema seminar membicarakan tentang tubuh perempuan yang ditentukan dari determinasi orang lain, bukan oleh determinasi kita sendiri. Which is kinda true actually karena seringkali kita tidak punya kendali sepenuhnya pada diri sendiri seperti yang dipaparkan oleh Zoya Amirin melalui teori super ego, ego, dan id-nya Sigmund Freud dan mengkorelasikannyanya dengan tidak rasionalnya manusia saat jatuh cinta. We were born with human dignity, makanya jangan bingung kalau sedang jatuh cinta mengapa sering mau tapi gengsi. Hihi.
Anyway aku menghadiri seminar ini karena aku sendiri mulai tertarik dengan isu feminisme dan kebingungan harus memulainya darimana. Feminisme susah sekali dimengerti karena memiliki banyak sekali aliran dan sering sekali bertentangan antara satu dan lainnya. Satu yang aku yakin adalah semua aliran ini menentang ketidakadilan gender and all forms of patriarchy in general and it includes LGBT rights as well. Dari yang semulanya aku ingin belajar feminisme karena isu perempuan, sekarang melebarkan sayap menjadi learning gender studies. Gender studies menaungi feminism juga dan cakupannya lebih luas dibandingkan feminism. I hope I can be consistent in this.
No comments:
Post a Comment