Saturday, September 2, 2023

Sejarah Konflik Israel-Palestina

 1977, partai sayap kanan Israel, Likud menang pemilu, IDF menginvansi West Bank dan Gaza.

1982, Israel invansi ke kamp pengungsi Palestina di Lebanon yang dikecam Palestina. (faktor Intivada Pertama)

1980-an Israel mengekang aktivisme dan hubungan Palestine Liberation Organization (PLO) dengan wilayah kependudukan. Akhirnya muncul kader aktivis lokal Palestina baru yang menantang PLO.

1987, Harakat al-Muqawamah al-Islamiyyah/Hamas berdiri berseberangan dengan PLO.

8 Desember 1987-September 1993 (6 tahun), Intifada Pertama, dimulai dengan pemantik awal pembunuhan pekerja Palestia oleh IDF di Gaza. Perlawanan diinisiasi Komando Pemberontakan Nasional, yang terafiliasi PLO.

1988, PLO deklarasi berdirinya Palestina. PLO menerima syarat yang diajukan AS di bawah Presiden Reagan dalam dialog AS-Palestina.

1990, PLO mengubah taktik dari penggunaan senjata menjadi diplomasi.

1993, berlangsung perundingan rahasia antara Israel dan PLO di Oslo, Norwegia, menghasilkan Perjanjian Oslo I.

9 September 1993, Yasser Rafat (Ketua PLO) mengirim surat pada Yitzhak Rabin (Perdana Menteri Israel 1974-1977), mengakui hak hidup Israel dan meninggalkan perjuangan bersenjata.

13 September 1993, Perjanjian Oslo I di ttd Yitzhak Rabin (Perdana Menteri Israel 1974-1977) dan Yasser Rafat (Ketua PLO) di AS. Inti isi Oslo I adalah pembentukan Otoritas Palestina, dan penarikan IDF di Gaza secara bertahap.

November 1995, Yitzhak Rabin (Perdana Menteri Israel) dibunuh 2 bulan setelah ratifikasi Perjanujian Oslo I. Ini membuat proses perdamaian terhenti, karena Israel dikuasai sayap kanan di Bawah Shimon Peres, Benjamin Netanyahu, dkk.

1996, Israel bangun pagar penghalang di Gaza.

Juli 2000, Yasser Rafat (Ketua PLO) dan Ehud Barak (PM Israel 1999-2001) bernegosiasi, tapi gagal mencapai kesepakatan karena perbedaan pendapat tentang Jerussalem dan batas wilayah.

s.d. 2000, Hamas berseberangan dengan PLO. Hamas menolak Perjanjian Oslo I, dan marak melakukan serangan bunuh diri terhadap Israel. Baik Hamas dan Israel sama-sama melanggar Perjanjian Oslo I.

2000, Ariel Sharon (Calon Perdana Menteri dari Partai Likud/PM Israel 2001-2006) mengunjungi Temple Mount (Komplek Masjid Al-Aqsa) di Jerussalem dan menyatakan kepemilikan Israel terhadap situs suci tsb. (faktor Intivada Kedua/Intivada Al-Aqsa)

28 September 2000-2005 (5 tahun), Intifada Kedua/Intivada Al-Aqsa, lebih berdarah dibanding Intivada Pertama (gugur I: 2000, II: 4.300)

2002, Arab Saudi mengajukan Prakarsa Perdamaian Arab, disetujui Palestina, namun diabaikan Israel.

2003, Israel bangun pagar penghalang di West Bank.

2006, Hamas menang Pemilu karena PLO sudah kehilangan dukungan akibat korupsi.

2007, Hamas mengambil alih Gaza.

Kabinet Merah Putih 2024-2029

Kabinet Merah Putih UU No. 61 Tahun 2024 tentang Perubahan Atas UU No. 39 Tahun 2008 tentang Kementerian Negara (merevisi pembatasan jumlah ...