Sunday, July 17, 2016

Trotsky

Trotskyisme pada dasarnya mempunyai perbedaan yang signifikan pada permasalah bagaimana sosialisme dapat diraih. Ia menentang teori stagisme yang mengatakan bahwa sebelum suatu negara yang kurang berkembang bisa mencapai sosialisme, terlebih dahulu ia harus melewati masa kapitalisme.

Trotsky pun mendukung penuh revolusi permanen yang digagaskan oleh teori Marx, hanya saja dalam bentuk yang cukup berbeda.

Jika Marx menggagaskan bahwa revolusi permanen adalah strategi kelas revolusioner untuk mengejar misi kelas tersebut tanpa kompromi, meskipun ada tawaran aliansi politik maupun dominasi politik kelas lawan, Trotsky menggagaskan bahwa revolusi permanen seperti itu tidak akan mungkin dilakukan dalam satu negara saja. Bagi Trotsky, revolusi permanen hanya akan mungkin jika dilakukan di seluruh dunia, tanpa memikirkan prinsip stagisme untuk negara-negara berkembang. Baginya pun, harus ada revolusi sosial di negara-negara kapitalis yang maju yang dipicu oleh aksi masa.

Trotsky juga mendukung internasionalisme proletariat: sebuah konsep pemersatuan seluruh ploretariat di dunia, dan menciptakan dunia yang sepenuhnya komunis (sebagaimana saat ini dunia hampir sepenuhnya kapitalis). Dengan ini, perseteruan antar kelas dapat diakhiri, dan juga dapat dikatakan bahwa internasionalisme proletariat akan memicu revolusi dunia, yang nantinya akan memicu komunisme tanpa negara. Istilahnya, internasionalisme proletariat berniat untuk mengakhiri segala batas sosial seperti batas negara, batas budaya, batas kelas, dan lain-lain.

Kabinet Merah Putih 2024-2029

Kabinet Merah Putih UU No. 61 Tahun 2024 tentang Perubahan Atas UU No. 39 Tahun 2008 tentang Kementerian Negara (merevisi pembatasan jumlah ...