Langsung saja.
Dari berbagai survei, Ganjar adalah salah satu paling unggul yang dijagokan sebagai Calon Presiden di 2024 kelak, apalagi bila dibandingkan dengan Puan Maharani. Tapi, apalah arti elektabilitas tinggi kalau partainya sendiri memperlakukannya seperti anak tiri? Wowww that rhymes lol.
Tetapi serius, rasanya mau pukpuk Ganjar karena ia tidak didukung oleh infrastruktur politik yang seharusnya dimilikinya. PDIP, dilihat dari berbagai segi manapun, menaruh harapan kepada Puan untuk menjadi calon dari PDIP. Dalam kurun waktu beberapa bulan ini, Puan sangat aktif melakukan pergerakan dan sowan ke beberapa tokoh politik lainnya, seperti bertemu dengan Surya Paloh, juga menunggangi kuda bersama Prabowo Subianto di Hambalang lalu.
Dalam perhelatan acara persiapan pemenangan Pemilu 2024 di Semarang yang dihadiri oleh banyak kader PDIP se-Jawa Tengah, Puan juga memberikan pengarahan sementara Ganjar si Gubernur Jawa Tengah sendiri tidak hadir. Hal ini menguatkan indikasi bahwa PDIP tidak atau belum mau mengusung Ganjar menjadi Capres.
Hal ini tidak dapat dipungkiri melihat kiprah PDIP sebagai partai yang dikenal melanggengkan dinasti politik. Trah Soekarno dilanjutkan oleh Megawati dan dapat dipahami bila legitimasi dan kekuasan ingin diwariskan terhadap Puan. Ini mengingatkan ku saat masih aktif kuliah dulu yang sering sekali mendengar Megawati dengan sangat berat hati merelakan kursi Capres kepada Jokowi lalu, dan betapa seringnya Jokowi dituding sebagai presiden boneka dalam diskusi-diskusi mahasiswa masa lalu.
Yah, kembali lagi. Bila Ganjar ingin serius berkontestasi dalam Pilpres 2024, tidak ada cara lain selain mulai dari meningkatkan eksistensinnya di internal PDIP sendiri. Itu pun kalau ia tetap mau maju sebagai Capres usungan PDIP. Kemungkinan kedua, tetap maju sebagai Capres, tetapi diusung dari Partai lain. Banyak yang mengharapkan kemungkinan ini terjadi, tetapi mungkin akan sulit mengingat Ganjar adalah kader, bukan calon independen sehingga partai lain mungkin akan berpikir berkali-kali lipat mencalonkannya meskipun sebetulnya ngiler mantau elektabilitas Ganjar yang tiga. Kemungkinan ketiga, yaitu kemungkinan paling yeu nggak asyik menurut saya, adalah Ganjar tetap jadi kader PDIP yang baik dan mendukung Puan sebagai bakal Capres PDIP. Syukur kalau nantinya dapat kursi menteri. Hehe.
No comments:
Post a Comment