Tipe Partai Politik
A. Katz dan Mair:
1. Partai Elit
Partai jenis ini berbasis lokal, dengan sejumlah elit
inti yang menjadi basis kekuatan partai. Dukungan bagi partai elit ini
bersumber pada hubungan client (anak buah) dari elit-elit yang duduk di partai
ini. Biasanya, elit yang duduk di kepemimpinan partai memiliki status ekonomi
dan jabatan yang terpandang. Partai ini juga didasarkan pada pemimpin-pemimpin
faksi dan elit politik, yang biasanya terbentuk di dalam parlemen.
2. Partai Massa
Partai jenis ini berbasiskan individu-individu yang
jumlahnya besar, tetapi kerap tesingkirkan dari kebijakan negara. Partai ini
kerap memobilisasi massa pendukungnya untuk kepentingan partai. Biasanya,
partai massa berbasiskan kelas sosial tertentu, seperti “orang kecil,” tetapi
juga bisa berbasis agama. Loyalitas kepada partai lebih didasarkan pada
identitas sosial partai ketimbang ideologi atau kebijakan.
3. Partai Catch-All
Partai jenis ini di permukaan hampir serupa dengan Partai
Massa. Namun, berbeda dengan partai massa yang mendasarkan diri pada kelas
sosial tertentu, Partai Catch-All mulai berpikir bahwa dirinya mewakili
kepentingan bangsa secara keseluruhan. Partai jenis ini berorientasi pada
pemenangan Pemilu sehingga fleksibel untuk berganti-ganti isu di setiap
kampanye. Partai Catch-All juga sering disebut sebagai Partai
Electoral-Professional atau Partai Rational-Efficient.
4. Partai Kartel
Partai jenis ini muncul akibat berkurangnya jumlah
pemilih atau anggota partai. Kekurangan ini berakibat pada suara mereka di
tingkat parlemen. Untuk mengatasi hal tersebut, pimpinan-pimpinan partai saling
berkoalisi untuk memperoleh kekuatan yang cukup untuk bertahan. Dari sisi
Partai Kartel, ideologi, janji pemilu, basis pemilih hampir sudah tidak
memiliki arti lagi.
B. Richard
Gunter dan Larry Diamond
1.
Partai Elit
Partai
yang mempunyai struktur organisasi utama sangat minimal dan sangat bergantung
pada terbentuknya elit elit di dalam wilayah geografi tertentu, serta sangat
menghargai tradisi lokal.
2. Partai yang berbasiskan massa (Partai Massa)
Dicirikan dengan basis yang luas pada anggota pekerja,
berupaya memantapkan ideologi partai dan membangun basis keanggotaan yang
aktif, berupaya masuk ke dalam sejumlah ruang kehidupan sosial misalnya serikat
dagang kesatuan agama.
3. Partai yang berbasiskan etnis
Berupaya memobilisasi pemilih dalam kelompok-kelompok
etnis, memiliki derajat ideologi yang sangat rendah, komitmennya sangat
pragmatis yaitu menjamin proteksi dan keuntungan materiil, kultural dan politik
untuk kelompok etnis di dalam kompetisi dengan kelompok lain.
4. Partai Elektoralist.
Partai yang sangat profesional melakukan kampanye,
berupaya mengagregasikan berbagai kepentingan sosial, berorientasi pada
kebijakan, kurang menyatakan secara tegas ideologi, cenderung menekankan pada
atribut personal yang sangat menarik dari kandidat-kandidatnya dan nominasi
lebih ditentukan oleh sumber sumber suara dari kandidat daripada kriteria
organisasi seperti lamanya pengalaman dedikasi pada partai.
5. Partai Gerakan
Partai ini merupakan tipologi antara partai dan gerakan.
Fungsi Parpol
1. Sarana Komunikasi Politik
Kedudukan partai dalam arus ini adalah sebagai jembatan
“mereka yang memerintah” (the rulers) dengan “mereka yang diperintah” (the
ruled). Akan tetapi, ada juga arus
komunikasi dari atas ke bawah, yaitu dalam hal partai politik
turut memperbincangkan dan menyebarluaskan rencana-rencana dan kebajikan
pemerintah. Dengan demikian terjadi arus informasi dan dialog dari atas ke
bawah dan dari bawah ke atas, di mana partai politik memainkan peranan sebagai
penghubung antara pemerintah dan warga masyarakat. Dalam
menjalankan fungsinya partai politik sering disebut sebagai perantara (broker)
dalam suatu bursa ide-ide (clearing house of ideas). Selain itu partai politik
juga mempunyai fungsi untuk menyalurkan dan menyebarluaskan informasi, berita
dan keterangan-keterangan yang diputuskan pemerintah dalam bentuk kebijakan
publik.
2.
Rekrutmen Politik
Rekrutmen
politik ialah seleksi dan pemilihan atau seleksi dan pengangkatan seseorang atau
sekelompok orang untuk melaksanakan sejumlah peranan dalam sistem politik pada
umumnya dan pemerintahan pada khususnya. Fungsi ini semakin besar porsinya
manakala partai politik itu merupakan partai mayoritas dalam badan perwakilan
rakyat sehingga berwenang membentuk pemerintahan dalam sistem politik
demokrasi. Fungsi rekrutmen merupakan kelanjutan dari fungsi mencari dan
mempertahankan kekuasaan. Selain itu fungsi rekrutmen politik sangat penting
bagi kelangsungan sistem politik sebabtanpa elit yang mampu melaksanakan
peranannya, kelangsungan hidup sistem politik akan terancam.
Partai politik sebagai suatu organisasi sangat berperan
dalam mencetak pemimpin yang berkualitas dan berwawasan nasional. Pemimpin yang
berkualitas ini, tidak hanya berorientasi pada kepentingan partai politik yang
diwakili. Ketika menjadi pemimpin nasional, ia otomatis menjadi pemimpin semua
orang. Pemimpin ini tidak lahir dengan sendirinya. Perlu suatu proses
pendidikan yang mampu membentuk jiwa karakter pemimpin.
3. Partisipasi Politik
Partisipasi politik ialah kegiatan warga negara biasa
dalam mempengaruhi proses pembuatan dan pelaksanaan kebijaksanaan umum. Selain
itu, partai politik juga ikut serta menentukan pemimpin pemerintahan. Kegiatan
yang dimaksud, antara lain mengajukan tuntutan, membayar pajak, melaksanakan
keputusan, mengajukan kritik, dan koreksi atas pelaksanaan k,ebijakan umum,
dan mendukung atau menentang calon
pemimpin tertentu, mengajukan alternatif pemimpin, dan memilih wakil rakyat
dalam pemilihan umum.
4.
Pengatur Konflik
Partai politik juga berfungsi sebagai sarana pengatur konflik (conflict management) dalam hal ini negara demokratis yang masyarakatnya bersifat terbuka, adanya perbedaan dan persaingan pendapat sudah merupakan hal yang wajar. Akan tetapi dalam masyarakat heterogen sifatnya, maka perbedaan pendapat ini – apakah ia berdasarkan perbedaan etnis, status sosial – ekonomi atau agama – mudah sekali mengundang konflik. Pertikaian-pertikaian semacam ini dapat diatasi dengan bantuan partai politik; sekurang-kurangnya dapat diatur sedemikian rupa, sehingga akibat negatifnya seminimal mungkin.
No comments:
Post a Comment