Wednesday, September 24, 2014

Marxisme

Marxisme adalah salah satu bentuk sosialisme. Istilah Marxisme diambil dari nama pendirinya, Karl Marx. Marx menggunakan istilah ideologi untuk menunjuk pada ide, kepercayaan, dan nilai yang mencerminkan kepentingan kelas penguasa tertentu. Dalam suatu masyarakat, kepercayaan dan nilai yang dominan selalu menjadi kepercayaan dan nilai dari kelas penguasa, sementara kelompok masyarakat lain berada dalam "kesadaran palsu."

Marx percaya bahwa fakta masyarakat yang paling mendasar adalah hakikat organisasi ekonomi, yakni "cara produksi." Hal ini mencakup dua hal: metode produksi (pertanian, industri, dll), dan bagaimana produksi terkait dengan masyarakat. Distribusi kekayaan dan kerja adalah landasan struktur kelas. Selama masyarakat memiliki sistem kelas, maka akan selalu terjadi pemisahan antara mereka yang mempunyai alat produksi dan mereka yang menjadi pekerja.

Dalam masyarakat feodal, kelas penguasa terdiri dari pemilik tanah. Sedangkan dalam masyarakat kapitalis, kelas penguasa adalah pemilik modal. Mereka adalah kaum borjuis yang mengontrol alat produksi. Di sini negara dan aparat negara mendukung hak atas kepemilikan dan kepentingan kelas penguasa. Berdasarkan prinsip bahwa substruktur menentukan struktur atas, maka menurut Marx kekuatan sosial dan ekonomi menciptakan perubahan sejarah.

Teori Marx tentang dinamika dasar perubahan sejarah dibangun dari empat ide: perkembangan ekonomi, konflik kelas, dialektika, dan revolusi. Dunia kapitalis bukanlah akhir sejarah. Dengan mengikuti dinamika perkembangan sejarah, Marx memprediksi transformasi tahap kapitalis ke tahap final, yaitu komunisme. Marx mempercayai komunisme merupakan tahap akhir karena akan menyelesaikan konflik dan kontradiksi dalam masyarakat. Marx percaya bahwa setiap kemerosotan ekonomi akan berlangsung semakin rendah dibandingkan dengan kemerosotan ekonomi sebelumnya. Akhirnya, kelas pekerja yang miskin akan dipaksa untuk meruntuhkan kapitalisme atau mendirikan negara pekerja. Jadi sistem kapitalis hancur oleh sifatnya sendiri. Tidak seperti tipe produksi yang lain, kapitalisme industri bergantung pada tenaga kerjanya. Dalam keadaan ini, kaum proletariat berkesempatan untuk mengorganisasikan diri atau apa yang Marx sebut “kesadaran kelas.”

Marx percaya bahwa revolusi komunis akan terjadi setelah kapitalisme mencapai puncak perkembangannya. Revolusi akan terjadi di seluruh dunia dikarenakan kesadaran proletariat benar-benar bersifat internasional. Namun, Marx tidak percaya bahwa revolusi komunis akan segera diikuti dengan berdirinya masyarakat komunis. Masyarakat komunis adalah sebuah masyarakat tanpa pembagian kelas dan tanpa kepemilikan pribadi. Marx sendiri tidak secara gamblang menjelaskan seperti apa masyarakat komunis itu. Tetapi ia pernah menyatakan bahwa masyarakat komunis bukan satu cetak biru utopian yang harus dicita-citakan orang. Masyarakat komunis adalah masyarakat nyata yang niscaya akan dibangun orang ketika orang menganggapnya yang terbaik.

No comments:

Post a Comment

Kabinet Merah Putih 2024-2029

Kabinet Merah Putih UU No. 61 Tahun 2024 tentang Perubahan Atas UU No. 39 Tahun 2008 tentang Kementerian Negara (merevisi pembatasan jumlah ...