Kedatangan Islam ke Spanyol bertepatan dengan kondisi sosial, politik, dan ekonomi masyarakat Spanyol yang sedang terpuruk. Padahal, ketika Spanyol berada di bawah pemerintahan Romawi, perekonomian masyarakat sedang dalam keadaan maju pesat. Tetapi, setelah berada di bawah kekuasaan kerajaan Goth, perekonomian dan kesejahteraan mulai menurun. Sebelum menaklukan Spanyol, Islam telah terlebih dahulu menguasai Afrika Utara dan berencana berekspansi wilayah ke daratan Spanyol. Prajurit yang turut dalam menaklukan Spanyol merupakan tentara yang kuat dan memiliki sisi Islami seperti toleran terhadap perbedaan agama dan menjunjung nilai persaudaraan, sehingga penduduk Spanyol menyambut kedatangan Islam dengan tangan terbuka.
Perkembangan Islam di Spanyol berlangsung lebih dari tujuh setengah abad. Para sejarawan sering membaginya menjadi enam periode. Periode pertama (711-755 M) Spanyol masih berada di bawah pemerintahan para wali yang diangkat oleh Khalifah Bani Umayah. Terdapat dua peradaban yang berpendapat mereka paling pantas menguasai daerah Spanyol, yaitu yang terletak di Damaskus, dan yang di Afrika Utara. Terjadi dua puluh kali pergantian khalifah dalam waktu yang sangat singkat, sehingga tidak ada gubernur yang dapat mempertahankan kekuasaannya dalam waktu yang cukup lama. Periode kedua (755-912 M) ditandai dengan didirikannya masjid Cordova dan sekolah-sekolah. Runtuhnya periode ini dikarenakan perselisihan umat Islam sendiri, seperti golongan pemberontak di Toledo dan perselisihan antara orang Barbar dan Arab, juga karena munculnya gerakan Kristen fanatik pada pertengahan abad ke-9.
Pada periode ketiga (912-1013 M), Islam di Spanyol berada dalam puncak kejayaan. Khalifah pertama mendirikan perpustakaan Cordova yang memuat ratusan ribu buku. Awal kehancuran periode ini yaitu saat khalifah mengundurkan diri pada tahun 1009 M, yang disusul dengan pecahnya Spanyol menjadi banyak negara-negara kecil. Periode keempat (1013-1086 M) Spanyol terpecah menjadi lebih dari tiga puluh negara kecil. Kondisi politik jauh lebih buruk tetapi kehidupan intelektual terus berkembang. Pada periode kelima (1086-1248 M) Islam di Spanyol sempat mengalami kemajuan dalam beberapa hal tetapi kembali jatuh. Seluruh Spanyol kecuali Granada lepas dari kekuasaan Islam. Pada periode terakhir (1248-1492 M) Islam hanya berkuasa di Granada. Abu Abdullah Muhammad merasa tidak senang pada ayahnya karena menunjuk anaknya yang lain sebagai raja. Ia kemudian meminta bantuan kepada Ferdenand dan Isabella untuk menjatuhkannya dan berhasil. Setelah saat itu, hanya ada dua pilihan untuk umat Islam, masuk Kristen atau pergi dari Spanyol.
Islam hadir kembali di Spanyol pasca berakhirnya Perang Dunia II. Akhirnya Spanyol memberi pengakuan Islam sebagai agama yang resmi. Akan tetapi dari 1,6 juta Muslim di Spanyol pada saat ini, hanya 464,978 orang yang diakui sebagai warga negara Spanyol.[1] Padahal seluruh kaum Yahudi Sefardim yang juga pernah diusir dari Spanyol kini diberikan hak untuk mengajukan permohonan kewarganegaraan Spanyol. Semoga hak yang sama akan diberikan kepada Muslim di Spanyol ke depannya.
[1] http://www.republika.co.id/berita/internasional/global/14/02/20/n1aagm-muslim-spanyol-ingin-diakui-kewarganegaraannya-seperti-warga-yahudi diakses pada 4 Juni 2014 pukul 22.54 WIB.
No comments:
Post a Comment