Tuesday, June 17, 2014

Dinasti Safawi (Iran)

Dinasti Safawi berkuasa dari 1501 hingga 1722 M, walaupun sempat mengalami restorasi dari tahun 1729 sampai 1736. Safawi merupakan dinasti yang memiliki wilayah kekuasaan yang amat luas, mulai dari selat Hormuz di Selatan hingga wilayah Afghanistan dan Pakistan modern. Safawi mulanya adalah sebuah tarekat tang bernama Safawiyah. Nama ini diambil dari pendirinya, Safi al-Din.

Sejarah Safawi dimulai dengan lahirnya ordo sufi Safawiyyah pada tahun 700 H/1301 di mana Safi al-Din menjadi mursyid pertama. Setelah Safi al-Din, mursyid selanjutnya adalah Sadr ad-Din Musa, kemudian digantikan oleh anaknya, Khwaja Ali. Khwaja Ali pun digantikan putranya, Ibrahim. Dari Ibrahim kepemimpinan berlanjut ke Syekh Junaid, putra Ibrahim. Syekh Junaid diteror oleh dinasti terkuat Persia pada saat itu, Kara Koyunlu (Domba Hitam) yang memerintahkan ia untuk meninggalkan Ardabil atau ia akan menghancurkan kota itu. Junaid meminta perlindungan pada musuh Kara Koyunlu, yaitu Aq Qoyunlu (Domba Putih), kemudian menikahi saudara perempuan pemimpin dinasti itu. Junaid terbunuh dan kepemimpinan digantikan putranya, Haidar Safawi, yang merupakan ayah dari Ismail 1, pendiri dinasti Safawi. Dalam waktu 10 tahun Ismail telah berhasil menguasai sepenuhnya wilayah Iran, yang dianggap Turki Utsmani sebagi ancama serius. Pertempuran dua dinasti ini masih berlanjut sampai era putra Ismai, Shah Tahmasp. Tahmasp membuat perjanjian Amasya pada tahun 1555 untuk mengakhiri perang dengan Turki Utsmani.

Selain dengan Turki Utsmani, dinasti ini juga memiliki hubungan dengan Dinasti Mughal. Aliansi dengan Dinasti Mughal terjadi karena memiliki musuh bersama yaitu suku Uzbek. Raja dinasti Mughal, Shah Humayun berada dalam keadaan terjepit dan memperoleh perlindungan dari Tahmasp.

Dinasti ini mencapai puncak di tangan Shah Abbas I. Ia membentuk perjanjian dan mengorganisir pasukan militernya dengan baik. Ia juga memerangi Uzbek dan Turki Utsmani dan berhasil merebut beberapa daerah kekuasaan. Setelah mengalami kejayaan, kerajaan Safawi tidak lama kemudian mengalami kemunduran karena penguasa Safawi setelah Abbas I tidak dapat memerintah dengan baik dan cenderung bergaya hidup mewah, juga pasukan militer yang dibentuk Raja Abbas I tidak memiliki jiwa patriotik. Dinasti Safawi memperoleh kemajuan dalam berbagai bidang, yang paling penting adalah kebangkitan filsafat Islam dengan munculnya Mulla Sadra. Mulla Sadra dengan filsafat transendennya dianggap sebagai filosof paling penting setelah Ibn Sina.

Iran yang sekarang, menjadi negara yang paling ditakuti oleh Amerika Serikat. Hal ini tidak lepas dari peran Ahmadinejad selaku presiden Iran. Ahmadinejad selalu mengungkapkan ketidaksukaannya pada AS dan Israel. Ia tidak menganggap ancaman Israel secara serius dan mengatakan bahwa kekuatan Israel bagaikan seekor nyamuk bila dibandingkan dengan kekuatan Iran. Ia juga berkata Israel adalah "tumor" dan menyerukan agar Israel dihapus dari peta dunia.

No comments:

Post a Comment

Kabinet Merah Putih 2024-2029

Kabinet Merah Putih UU No. 61 Tahun 2024 tentang Perubahan Atas UU No. 39 Tahun 2008 tentang Kementerian Negara (merevisi pembatasan jumlah ...