Wednesday, March 26, 2014

Khulafa al-Rasyidin

Setelah Rasulullah SAW wafat pada tanggal 12 Rabi’ul Awal (3 Juni 632M), mulai terjadi pembangkangan oleh kaum muslimin seperti tidak mau membayar zakat dan meninggalkan shalat. Persoalan ini tentu tidak bisa dibiarkan begitu saja oleh para sahabat. Mereka berdiskusi mengenai siapa yang akan menggantikan kepemimpinan Rasulullah SAW. Akhirnya terpilihlah Abu Bakar As-Shiddiq menjadi Khalifah pertama melalui syuro yang diadakan di Saqifah. Abu Bakar dipilih karena kesenioran dan kelemahlembutannya. Pada pemerintahan Abu Bakar, terdapat beberapa peristiwa penting seperti pemberantasan pembangkang zakat, perang rida’, pemberantasan nabi palsu, ekspansi wilayah Islam ke Irak dan Syams, dan juga pengumpulan Al-Qur’an yang diusulkan oleh Umar r.a.

Khalifah kedua adalah Umar ibn Khatab. Abu Bakar menunjuk Umar sebagai penggantinya melalui wasiat. Umar, mendapat julukan Al-Faruq (pemisah antara yang bnar dan bathil) yang diberikan oleh Rasulullah SAW. Pada masa kepemimpinan Umar banyak terjadi ekspansi wilayah sehingga kekuasaan Islam seketika sudah meliputi jazirah Arab, Palestina, Syiria, dan sebagian besar kota Persia dan Mesir. Umar, juga merupakan orang pertama yang memerintahkan untuk memperluas dan merenovasi Masjidil Haram serta Masjid Nabawi. Umar gencar melakukan pembangunan Masjid dan madrasah, serta membangun Bait al-Mal sebagai lembaga perekonomian. Umar dibunuh oleh Abu Lu’luah, namun sebelum ia meninggal, ia berpesan agar pemilihan khalifah selanjutnya dilakukan dengan bermusyawarah, yang menghasilkan terpilihnya Utsman bin Affan.

Dahulu, Utsman dipercaya Nabi untuk menjadi walikota Madinah. Pada masa kekhalifahan Utsman, banyak penduduk yang kecewa karena perilaku nepotismenya. Tetapi, Utsman juga berjasa besar. Ia menjadi khalifah pertama yang memperluas Masjidil Haram dan Nabawi. Ia juga yang mengeluarkan kebijakan untuk mengumpulkan Al-Qur’an dalam satu mushaf. Utsman meninggal karena dibunuh oleh pemberontak ketika sedang membaca Al-Qur’an, hal ini membenarkan pernyataan Nabi tentang kematian Utsman yang syahid.

Ali bin Abu Thalib menjadi khalifah ketika keadaan runyam atas kematian Utsman. Beberapa orang dituduh membunuh Utsman baik secara langsung maupun tidak langsung dan Muawiyah menuduh Ali ikut serta. Mulanya, Ali membantah untuk dibaiat, ia menunjuk Zubair dan Thalhah. Saat pemerintahan Ali, terjadi banyak pergolakan. Diantaranya adalah Perang Jamal, dan Perang Siffin. Ali memecat beberapa gubernur yang diangkat oleh Utsman. Ali meninggal karena pukulan pedang beracun oleh Abdurrahman ibn Maljam.

Dari kisah keempat sahabat, dapat disimpulkan bahwa era Islam pasca wafatnya Rasulullah dihiasi oleh pertumpahan darah. Sejarah Islam sangat berkaitan dengan peristiwa politik. Masing-masing khalifah memiliki ciri khas, kelebihan, dan kekurangannya sendiri. Pemilihan khalifah-pun menjadi masalah runyam, karena dengan meninggalnya Rasulullah, otoritas wahyu terputus. Akibatnya, terjadi aliran-aliran dalam teologi Islam. Rasulullah SAW pernah bersabda bahwa umat Islam akan terpecah menjadi 73 golongan, dan hanya ada 1 golongan yang benar yang disebut Ahlus Sunnah Wal Jama’ah. Kaum muslim dengan ijtihad akalnya berlomba-lomba menjadi Ahlus Sunnah Wal Jama’ah. Oleh karena itu,  dengan adanya aliran-aliran yang semakin banyak seiring bertambahnya waktu, seharusnya kita mampu menempatkan diri dan berpikir kritis dengan belajar melalui sejarah Islam.

No comments:

Post a Comment

Kabinet Merah Putih 2024-2029

Kabinet Merah Putih UU No. 61 Tahun 2024 tentang Perubahan Atas UU No. 39 Tahun 2008 tentang Kementerian Negara (merevisi pembatasan jumlah ...