Secara esensi, “anarki” adalah sebuah kondisi dari individual atau kelompok yang tidak menganggap kekuatan otoritas. “Anarkisme” adalah pola pikir atau sebuah filosofi politik yang mendukung konsep masyarakat tanpa kedudukan sosial: sekelompok masyarakat yang mengatur badan pemerintahannya sendiri secara sukarela. Secara spesifiknya, badan pemerintahan dalam masyarakat anarkis tidak mempunyai hierarki sehingga tidak ada kata “pemimpin”, “bawahan”, atau apapun itu di dalam badan pemerintahan masyarakat anarkis; hanya mereka yang mau secara sukarela mengatur politik di kelompok masyarakat itu.
Hanya saja, di dalam sejarah, masyarakat anarkis telah gagal berkali-kali dalam mewujudkan mimpi indah yang menghilangkan perbedaan kelas ini, dan kegagalannya cukup menghancurkan (dengan contohnya, revolusi Prancis yang dapat diperdebatkan sebagai suatu revolusi yang baik serta buruk untuk masyarakat Prancis itu sendiri. Contoh lain juga dapat dilihat di Somalia pada tahun 1991 sampai 2006, yang dapat juga diperdebatkan sebagai suatu sistem buruk karena pembajakan laut yang merajalela). Tidak hanya itu, karena anarkisme dianggap sebagai lawan dari kapitalisme dan berkaitan erat dengan Marxisme, komunisme, dan merupakan contoh politik kiri yang radikal, banyak propaganda yang menjahanamkan anarkisme—terutama ketika perang dingin berlangsung.
No comments:
Post a Comment