Wednesday, March 29, 2017

Jekyll and Hyde by Robert Louis Stevenson

Pernahkah kalian merenungkan dualisme manusia? Bahwa manusia memiliki dua sisi dalam dirinya?
Machiavelli menyebutnya baik hati, tulus, dan penyayang adalah sifat positif dan kikir, begis, kejam sebagai sifat binatang, dan beberapa cerita menyebutnya sebagai sifat malaikat dan sifat setan. Dualisme manusia ini pula yang melandasi terbentuknya cerita The Strange Case of Dr Jekyll & Mr Hyde.
Aku telah lama mengetahui novel thriller yang kerap dibuat drama musical dan jadi konsep comeback VIXX ini, tetapi baru sekaranglah aku membaca keseluruhan kisahnya. Sedikit bercerita bagaimana aku bisa menemukan novel ini. Kemarin aku dengan kedua temanku berada di sebuah mall. Lalu kami melihat ada sebuah bazar yang keterlaluan murahnya. Terlalu murah adalah kata yang pas ketika kalian melihat novel-novel import hanya berharga 40k dan The Philosophy Book dari DK Publishing hanya sekitar 150k. Mungkin karena murah, buku-buku ditumpuk sedemikian rupa sehingga membuat malas orang mencarinya.
Dan voila! aku melihat sebuah buku bercap rose wax seal stamp khas Inggris. I thought it was Sherlock Holmes novel or something like that but obviously it was Jekyll and Hyde!! Well I wouldn't miss it and bought it only for 10k!

Now, let's take a look at the story. Ada tiga orang yang bersahabat sejak lama yaitu Mr. Utterson si pengacara, dr Lanyon, dan dr Jekyll. Cerita bermula dari teman Mr. Utterson yang pernah bertemu dengan seorang laki-laki mengerikan. Namanya Hyde, ada sesuatu yang tidak beres dengan penampilannya, seperti mempunyai suatu kelainan atau keterbelakangan mental.
Terdapat sesuatu yang tak menyenangkan dalam dirinya, seolah dia adalah iblis dalam tubuh manusia dan tak diragukan lagi dia adalah orang yang kau harap tidak akan pernah bertemu. Hyde telah melakukan banyak pembunuhan dan anehnya tertulis sebagai ahli waris dalam surat wasiat Jekyll setelah ia wafat.
Mr Utterson tidak percaya dengan keputusan teman serta kliennya itu dan bertanya apakah ada indikasi pemaksaan dari Mr Hyde. Hari-hari pun semakin memburuk sampai Jekyll mengunci dirinya berbulan-bulan dalam labolatorium dan menolak berkomunikasi kepada siapapun kecuali pembantunya.
Jekyll yang mengunci diri kerap meminta obat-obat aneh, sampai pembantunya menghubungi Mr. Utterson dan menceritakan bahwa ia merasa orang di dalam bukanlah majikannya. Mereka pun mendobrak pintu dan menemukan seseorang, bukan Jekyll, melainkan Hyde yang baru saja melakukan bunuh diri.
Entah mengapa terdengar membosankan apabila aku mencoba menceritakan ulang, but for real, it was such a great story. Jekyll adalah orang brilian yang mencoba menguak tabir rahasia dualitas sifat manusia. Ia ingin menempatkan kedua sifat manusia itu dalam identitas yang terpisah. Ia melakukan percobaan-percobaan yang lebih dalam dari yang pernah terungkap sampai akhirnya ia berhasil memisahkan sisi baik dan sisi buruk dirinya melalui obat yang ia ramu sendiri.
Ya, Edward Hyde adalah sosok jahat dirinya. Ia memiliki dua identitas, Hyde sebagai sosok yang jahat, dan Jekyll merupakan wujud manusia normal. Pada mulanya semua berjalan normal, ia hanya perlu meneguk obat untuk mengubah dirinya menjadi Jekyll ataupun Hyde. Namun semakin lama dosis yang sama tidak berpengaruh padanya. Ia terlambat menyadari ketika Hyde, sisi buruknya itu, mulai menguasai dirinya. Hyde seperti jiwa setan yang telah lama terkurung, yang mengaum keras dan sulit dikembalikan setelah sekalinya dibebaskan. Hingga akhirnya Jekyll menyadari ia tidak dapat terus melanjutkan kehidupan gandanya, dan melenyapkan Hyde beserta hidupnya sendiri.

No comments:

Post a Comment

Kabinet Merah Putih 2024-2029

Kabinet Merah Putih UU No. 61 Tahun 2024 tentang Perubahan Atas UU No. 39 Tahun 2008 tentang Kementerian Negara (merevisi pembatasan jumlah ...