Berkembang di Jurnal Perempuan membuat aku dan Lisa ingin sekali mengadakan, setidaknya satu kali saja, seminar atau diskusi gender-related yang memang jarang sekali diadakan di fakultas. Sempat pesimis awalnya karena BEM saat ini dipegang oleh hijau-hitam, khawatir juga akan beberapa omongan teman-teman seoraganisasi perihal menyukseskan masa jabatan lawan, dituduh proyekan, sampai beberapa hal remeh temeh lainnya yang membuatku takut untuk memulai. Ah, how could I tell I'm only willing to learn without them having the wrong idea. But as time passes, syukurlah, kami berhasil mendapat izin baik dari ketua BEM maupun ketum organisasi.
Setelah sibuk dengan persiapan materi dan mengantongi perizinan, kami mengatur jadwal bertemu beberapa mantan presiden kampus, Kak Hilman dan Kak Khairi, untuk mendapatkan saran mengenai pendanaan mengingat kami sedang tidak memegang sistem dan tidak bisa mengandalkan anggaran kampus. Oh iya, Kak Hilman saat ini sedang menjadi BPH di FKMB, organisasi paguyuban Betawi dan sebagai terima kasih, aku dan Lisa mengikuti pengkaderan karena kebetulan memang punya darah Betawi. Anyway, aku sekarang menulis di sekretariat FKMB dan ini bukan pertama kalinya aku menginap di sini. Bingung juga kalau diingat organisasi yang tidak sengaja diikuti sekarang malah menjadi seperti rumah kedua. Haha.
Kembali lagi ke persiapan, aku meminta tolong Kak Elwi yang bekerja di Komnas Perempuan untuk menghubungi Kak Mia sebagai perwakilan KP, sementara di waktu yang sama aku bertemu perwakilan Ibu Melani untuk menyerahkan tor. Lalu tentu saja kami bertemu dengan producer PWAG, Kak Olin, untuk mendapatkan izin akses film Masih Ada Asa yang akan digunakan untuk screening sekaligus membahas rundown acara. Kantor PWAG ternyata masih satu lokasi dengan Pamflet dan change.org, dan mereka juga sangat welcome sekali jika ada teman-teman yang ingin mengadakan acara di kampusnya.
D-day yang ditunggu dan juga dikhawatirkan akhirnya tiba. Tidak sempurna, banyak sekali kekurangan yang terjadi di segala hal karena kekurangpengalaman kami sebagai pelaksana acara. Ah, tidak puas dan kecewa rasanya, aku tahu kami bisa lebih baik ini. Aku berpesan kepada diriku sendiri untuk menjadikan ini sebagai pembelajaran, yang perlu untuk dibenahi jika aku mendapatkan kesempatan seperti ini lagi di lain waktu. Semoga saja.



No comments:
Post a Comment